Author : Shiro Meiya/Lee Rie Ke Jung ( @chaeriners )
Cast : 2NE1
Lee Donghae
Choi Kyuhyun
Cho Siwon
Lee Sungmin
Genre : Thriller , Horror , Romance & Comedy
Synopsis :
"Hei hei..., kamu tahu tidak mitos di perpustakaan?... kalau membaca buku yang judulnya tak ada di daftar buku.. katanya itu buku kutukan.., kalau dibaca kita akan masuk ke dalam buku cerita itu, biasanya buku itu berjudul agak horror, jadi di dalam sana kita akan disiksa... dibunuh.. Hiii!" Mitos itu selalu terngiang ngiang di telingaku. Apa benar mitos itu? entahlah... yang jelas, teman kami terjebak dibuku itu. Kami harus menyelamatkannya! Tapi... apakah kami juga akan terjebak atau... kami bisa lolos?
---------------------------------------------------------------------------------------------
"AYO CEPAT NAIK KE PINGGIR SUNGAI, CL! ADA IKAN GANAS!" Donghae berseru sambil menunjuk sebuah binatang di belakangku. TEPAT dibelakangku. Aku menoleh dan... "EOMMAAA!" Aku meloncat melihat sebuah ikan besar bertaring runcing. Segera aku berlari menemui Donghae dan Bom. Ufhhh... untunglah aku selamat...
"Hei, bagaimana ini... kalau Minzy, Sungmin Kyuhyun dan Siwon masuk dan tercebur, mereka akan mati!!" Seru bom cemas. Donghae dan aku saling pandang. Donghae tersnyum dan memetikkan jadrinya. "Aku ada ide! dengan ayunan pohon itu, aku akan selamatkan mereka berempat!"
"Hati hati Donghae.... ini bahaya...." Bom menarik lengan Donghae. Donghae tersenyum seraya mengatakan 'Tenang saja, aku akan selamat!'. Dia berlari dan segera mengayun Ayunan pohon itu. Pluk! Minzy jatuh tepat di pelukan Donghae. Wajah keduanya memerah. Apalagi Minzy yang dipeluknya. Segera Donghae menurunkan Minzy di pinggir sungai dan kembali berayun. Hup!! Siwon jatuh ke tangkapan Donghae. "Menjijikan," Lirihnya. Kami bertiga tertawa.
"Tinggal Sungmin dan Kyuhyun. Ini dia Kyuhyun. Hup!" Donghae menangkap Kyuhyun dengan tepat tapi... Sungmin muncul saat donghae menurunkan Kyuhun. "Aaaaa......." Sungmin jatuh kesungai tepat diatas ikan ganas itu. Ia tak tertolong. Seketika, air sungai berubah menjadi warna merah darah.
"SUNGMIIIINNN...!!!" Aku dan yang lainnya menjerit. "Sungmin......" Siwon berlari kesungai dan ia menangis di tepinya. Kami mendekatinya... dan.... "Mayat sungmin tak ada!~" Jerit Kyuhyun. Kami semua tercengang. "Ayolah, kita tak punya waktu lagi. Tinggalkan sungmin dan ayo kita selamatkan Dara." Donghae memimpin. Kami mengangguk dan mengekor Donghae. Sampai jumpa sungmin, kuharap kau selamat.
*****
"Kita sudah sampai di sebuah Goa. untuk sampai ke tempat Dara, kita harus melewati goa ini begitu kata peta," Ujar Donghae. Aku berjalan kearah Donghae dan melihat peta yang kami temukan didalam hutan. Donghae berbalik dan berkata, "... Kalian siap? Ini, aku sudah bawa tiga senter. Kalian memakai dua dua saja. Jadi, aku bersama CL, Minzy bersama Siwon dan Bom bersama Kyuhyun. Hati hati, di Goa ini tertulis banyak jebakan. Kalian mengekorku dan CL. Disini kita harus mencari ruang Krystal. DI dalam ruang itu, kita haru mengambil enam Krystal untuk membuat tongkat ajaib. Mengerti?"
"Arasseo! Kami siap!" Aku mulai berjalan dengan Donghae. Ia memegang tanganku. Ah, Donghae, kamu cool kalau begitu. Aaaa.... tidak tidak, G-Dragon masih suka denganku. Hee?Apakah itu benar? Hah! Iphoneku! Aku akan mengecek balasan sms dari G-Dragon! Aku langsung mengambil Iphoneku. Benar~ Ada misscall dari GD dan SMS~ Aigooo~
G-Dragon /0xxxxxx6xx
CL!! kemana kau?! Sekolah kita hancur berantakan! Ada makhluk seram yang akan membunuh kita kalau pergi lewat dari jam delapan! Ia mengamuk dan jumlahnya sangat banyak!! Kota kita menjadi seram! Cepat kau datang~ tolong!
Yesterday, Monday 20.38
G-Dragon /0xxxxxx6xx
CL...... ini semua gara gara kau dan sahabat sahabatmu....MATI.... MATI..... MATI..... AKU AKAN MEMBUNUHMU.... MATI KAU BIADAB.... MATI......
Two Hour Ago
Hah! Ada apa dengan G-Dragon?! Dan, ada apa dengan Seoul!? Kenapa salahku?!
"CL AWAS!!" Donghae menarikku dan aku terjatuh di pelukannya. "Ukh.... kau hampir saja menginjak jebakan, bodoh." Ujar Donghae sambil terus memelukku. "Aaa... sesak Donghaeeee~"
Donghae dengan cepat melepaskan pelukannya dan segera membantuku berdiri. Aku dan Donghae pun segera melanjutkan perjalanan. Akhirnya, kami menemukan ruangan Krystal. Aku mengambil Krystal Kuning, Minzy Ungu, Bom Pink, Kyuhyun bening, Donghae Silver dan Siwon Biru. Kami sudah siap dengan Krystal kami.
Brrrbbb...Brak brak!! buum!!
Hah~ Aigo, tempat ini hancur! Runtuh! Bagaimana ini?! Kami segera lari dengan cepat. Kaki kami sudah sangat lelah, dan... Akhirnya kami keluar dengan selamat! Aaah syukurlah~
"WAAA..." Bom terkejut. aaa. ternyata, kali ini kita harus melewati hutan yang penuh duri. "Disini... kita harus hati hati ya, jangan sampai terpisah, karena banyak para penyihir yang mencari mangsa" Donghae berjalan duluan.
Kami mengekor Donghae. hutan ini benar benar hutan yang menyeramkan!! Duri sangat banyak disini sampai menggores tanganku dan pipiku. Donghae tergores di bagian kaki, Minzy tangan dan jarinya, Bom pipi dan dahinya, Siwon dan Kyuhyun di jidadnya(?).
"Cepat... kita sudah dua puluh menit disini. Menit ke dua puluh lima akan ada penyihir. Kalian harus lari jika ada penyihir itu!" Donghae mempercepat langkahnya. "Oppa aku tak kuat jalan..." Gerutuku sambil memegangi kakiku. "Baiklah CL nanti kugendong dan kita akan bermalam di hutan. Aku bawa tenda didalam tasku." Ucap Donghae sambil menunjuk tasnya. "Cieee.... CL gimana tuh Amber Songsaenim yang ngefans sama kau?" Kyuhyun tertawa kecil melihatku yang sedang aegyo. "Aku tak suka guru perempuan...Huhh~!"
Semuanya tertawa. Dibalik tawaan itu, ada seorang nenek nenek ikut tertawa di belakang kami. "Siapa itu..........." Kami tak berani menoleh, hanya Siwon yang berani. "PENYIHIRRR!~~~~~~ AAAAAA~~~~~~~~" Kami lari kocar kacir (?) kayak semut ketiban kumbang (?). Dan.... Hosh... Hosh... kami keluar juga dari hutan duri. Tapi... "AWW~~~" Aku menjerit kesakitan. Sakiiiiiitt sekali. Aku tergeletak di rumput berwarna biru. Kakiku sangat sakit.
Tak hanya aku, begitupun dengan teman temanku. mereka memegangi tangan dan kaki mereka. Aku melihat kakiku. Aaaahh! Kakiku berdarah banyak sekali~ begitupun dengan yang lain. Pantas saja sangat ngilu! Ah, tidak.... yang lain hanya lecet banyak. Tapi aku? haaa.... banyak sekalii.... sakiitttt!!~
"Hah! Aigoo!... CL kakinya berdarah banyak sekali! Siwon, kau bawa peralatan UKS kan? cepat keluarkan!" Seru Minzy panik. Siwon mengangguk dan mengeluarkan kotak P3K. "Tapi... memangnya siapa yang bisa mengobati CL?"
"Ehhhmmm..."
"Aduh... Huhu...Aaa..." Aku menangis dan merintih kesakitan.
"Aku saja, kasihan CL!" Bom menawarkan dirinya. Aku menarik nafas lega. "Go--aww.. Gomawoyo Bom... Aaww adududuh...."
Bom menyuruh Donghae menambil air dua ember. Ia menunjuk ember yang ada di pinggir. Donghae segera berlari menuju sungai sedangkan bom membersihkan darahku. "Aduh!! Saakit bom.. Aww!!" Aku terus merintih karena kapas Bom mengenai luka di kedua kakiku.
Tak lama, saat darah di kakiku sudah menghilang, Donghae datang dengan membawa air. Bom menyelupkan lap Rilakkumaku ke dalam air di ember yang diambil Donghae. Lalu ia memberi kakiku air sungai. Rasanya sungguh perih! "Bom hentikan sakit bom~" Jeritku. Bom tak merespon. Ia terus mengobati lukaku.
NB(Author numpang lewat) : Ngilu kan liat CL diobatin? Gausah dijelasin yak wkwkwk
Dan... Akhirnya tahap terakhir. Bom membungkus kedua kakiku dengan kapas. Sudah tak begitu sakit, tapi kalau berjalan masih terasa agak sakit.
Bom sekarang mengobati Kyuhyun. Lukanya tak begitu parah, jadi bom hanya menempelkan Plester di wajah dan kakinya. Begitupun dengan Minzy, Siwon dan Donghae.
"Kalian masih sanggup berjalan?" Tanya Donghae sambil mendirikan tenda. Kami menggeleng. Hari sudah malam. Aku duduk di rumput biru sambil membatin, rumput ini seperti karpet. Halus sekali dan hangat. Dan, anehnya kenapa berwarna biru?. Minzy, Kyuhyun dan Siwon pergi kehutan mencari kayu bakar dan makanan untuk dimakan. Bom dan Donghae mendirikan tenda.
"Mianhae ya, aku gak bisa ikutan bantuin soalnya kakiku masih sakit kalau berjalan." Kataku menyesal. Bom dan donghae tersenyum kearahku. "Tak apa apa, kok." Jawab Bom. "Nona cantik tidak boleh terluka dan tidak boleh capek, hahahaha!" Donghae tertawa diikuti tawa Bom dan tawaku.
"Ummm... ada yang ingin kubicarakan. Tentang Seoul dan Sekolah kita dari G-Dragon. Nanti kalau sudah berkumpul kukasih tahu," Ujarku sambil merogoh tasku. Aku mengambil Iphone-ku. Pas sekali, GDragon sedang menelfonku.
"Halo Oppaaa~"
"Jangan sebut sebut aku oppp Krrsskkk--a.... kau... kau telah membuatku dan krsskkkkota seoul hancur... MATI KAU...Krrsskkk--"
"Uhm. Baiklah. GD memangnya ada apa dengan seoul dan keadaanmu? Tak jelas!"
"Kota bzzttt sudah krrzkkkkiamat.... BUMI Duar!HANCUR...!!"
"Hah? Halo? Halo? Yah.... diputus...." Jujur, Aku kecewa dengan sifat GD sekarang. apa maksudnya? Monster? Hantu? Aku? teman temanku? Kiamat? Keandaan GD? Berbagai pertanyaan muncul di pikiranku. Sungguh, aku tak tenang sekarang. Aku memikirkan Eomma, Appa, HL, GD dan Seoul.
"Ada apa CL?" Tanya Donghae. Aku menggeleng. Aku ajak Bom yang telah selesai membuat tenda. "Nanti kuceritakan..." Jawabku Lirih. Hampir saja, kantung mataku tak bisa menahan air mata.
Buru buru aku mengahapus air mataku. Donghae yang melihatku meneteskan air mata langsung memelukku dan mencium keningku.
NB (Author lewat yaaa) : So sweet Author juga mau dicium Hae O////O
"Aaa.... Apa apaan kau donghae?!"
"Ciee...." Bom tertawa melihat tingkahku dan pipiku yang merah padam malu.
"Kenapa sih? Aku... Aku..." Donghae melepaskan pelukannya. "Aku... Saranghae,"
Wajahku kembali merah padam dan aku kali ini benar benar malu. Apa yang akan kuakatakan?
"Kau... want... To be my Yeoja Chingu?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apa yang akan kujawab aaaaa tuhaaannnn O////O
"Aku...." Aku terbata bata karena tak sanggup melihat wajah Donghae yang cool saat itu.
"..... Bagaimana nona Chaerin?" Tanyanya. Hmmm.. Aku suka Donghae Dia berani. Tak seperti G-Dragon."AKU TERIMA." Seruku kencang. Bom bertepuk tangan. DOnghae lega dan kembali memelukku.
-TBC yah Authornya lagi galaw

Tidak ada komentar:
Posting Komentar