Sabtu, 13 Juli 2013

Ghost Book's [[FOUR SHOOT]]

Author : Lee Rie Ke Jung/ Shiro Meiya ( @chaeriners )


Cast : 2NE1
         Lee Donghae
         Choi Kyuhyun
         Cho Siwon
         Lee Sungmin

Genre : Thriller , Horror , Romance & Comedy

Synopsis :

"Hei hei..., kamu tahu tidak mitos di perpustakaan?... kalau membaca buku yang judulnya tak ada di daftar buku.. katanya itu buku kutukan.., kalau dibaca kita akan masuk ke dalam buku cerita itu, biasanya buku itu berjudul agak horror, jadi di dalam sana kita akan disiksa... dibunuh.. Hiii!" Mitos itu selalu terngiang ngiang di telingaku. Apa benar mitos itu? entahlah... yang jelas, teman kami terjebak dibuku itu. Kami harus menyelamatkannya! Tapi... apakah kami juga akan terjebak atau... kami bisa lolos?

---------------------------------------------------------------------------------------------

                  "CL! ayo kita ke suatu tempat yang bernuansa horror!" Dara bangkit dari sofa dan segera berlari menujuku sambil mengambil majaalah yang kubaca. Aku mengangguk dan berseru, "Biasanya... mmm.., Bom.., ya, Bom! Ia pasti tahu!" Aku ikut bangkit dari tempat dudukku dan berjalan ke arah kamar Bom.

"Bom.. Hei, bom. kau sudah pulang?" Aku mengetuk pintu kamar Bom dan mendekatkanku ke pintu kamar Bom. Tak ada jawaban sama sekali, aku mengulang kata kataku. Sama sekali tak ada jawaban. Aku akhirnya mendoron engsel pintu kamar Bom kebawah. Cklek cklek! Kenapa aku tak bisa membuka pintunya? "PARK BOM!!!!! BUKA PINTUNYA!!!!!" Aku berteriak sekeras mungin, dan saat itu juga Bom menawab, "Iya Leader!"

Ia membukakan pintu dan melihatku yang sedang berwajah kesal. "A..Annyeong, CL. mwo?" Bom keluar dari kamarnya. "Kau... sedang apa tadi?" tanyaku. Bom menunduk. "Aku membuka tempat seram dan artikelnya. Mianhae...," Aku menjawab dengan riang, " Kau pintar, bom!! justru itu yang kucari. Daaa~Raaaaa~ Bom lagi nyari tempatnya nih! DOO~RAAA~" Aku berteriak seperti semangat juang 45 *eh*. Dara melempar majalahku dan berlari ke arahku. "Hei, namaku SANDARA PARK, bukan Dora. benarkah? Aigo, aku senang sekali! mana Minzy?"

Aku tak menjawab. Bom mengajakku dan Dara masuk ke kamarnya. Dan, disanalah terdapat Minzy yang sedang tertidur di kasur Bom. "Ada apa dengan Minzy? ==" " Tanyaku. Bom menggeleng sambil mengangkat bahunya. "Em, to the point aja, aku ngantuk. Langsung kita ke TKP *wtf*hoahmm.." Bom menguap. Dia meluncur ke mejanya yang terdapat laptop sony miliknya. dan langsung mengklik internet.

                  "Ini. tepat sekali. kejadian ini dialami di sekolah kita. tertarik membaca?" Tanya bom sambil memperlhatkan artikel bejudul ' Hantu Buku '. ya, benar. memang ada di sekolah kami berempat, tepatnya di perpustakaan kami. "Ya.. ya, tertarik! Bom, klik ' continue reading '!" Dara tampak bersinar. ehm.. entah karena dia sangat bersemangat atau karena dia seorang malaikat *ga mungkin -_-*. Bom mengarahkan mousenya ke tulisan yang dibaca Dara.

                  " Nah... ini dia..., judulnya... ' No Title? ' Haah?" Ucap Bom. "Ayolah, tak apa. CL, kamu bacain artikelnya dong, aku males baca!" Pinta Dara sambil menarik narik bajuku. "Ayolah...." Ia meminta sekali lagi. Aku menghela nafas panjang. "Akh. Arasseo." Bom menggeser tempat duduknya agar aku bisa membaca artikel itu.

                  "Emmm... Ghost Book's. di SMA Seiyo Ssu.. ada buku hantu yang kalau kita buka, kita akan mati didalamnya. Sudah banyak anak anak lulusan SMA Seiyo Ssu yang menghilang tanpa ada bukti bahwa ia bunuh diri, diculik atau dibunuh. Para paranormal berkata, siswa siswa itu membuka buku hantu tersebut dan terbawa masuk ke dimensi lain. tepatnya, dimensi hantu yang kita tak akan bisa selamat kalau tidak menemukan pintu masuk dimensi manusia. Ciri ciri Ghost Book's;
Tak ada judulnya di daftar buku
Sampul bukunya kusam
Terlihat bercak bercak darah
Sebaiknya semua anak Seiyo Ssu harus berhati hati. Cara untuk menyelamatkan seseorang yang kalian kenal (orang yang terjebak di buku itu ) adalah; Berusaha melewati jalan jalan yang ekstrem menuju tempat orang itu ditangkap. Tertarik untuk mencoba? Silahkan!" Ujarku panjang lebar. Tenggorokanku terasa kering, aku langsung melihat Dara dan Bom. dara tampak keringat dingin, dan Bom hanya menunjukan ekspresi datar.

                  ".... baiklah cl Gomawo eon. Tapi aku takut..., Eon hari ini kita menginap di kamar bom saja  ya? kumohon eon aku takut ne!..." ucap dara. Aku tersenyum kecil dan mengangguk. Dasandara penakut. Batinku. "Yeaay! gomawo eon!" Dara memelukku dengan erat. Aku mengangguk.


*****

Tak terasa, sekarang sudah menjelang malam. 2NE1 termasuk aku mulai menyiapkan makanan untuk makan malam. Minzy dan Akulah yg mendapat bagian memasak hari ini. Aku dan Minzy memasak Ikan bakar, steak sirlion, Pancake, Milshake dana untuk pencuci mulut memakai Air *what*. Yah, sudah pasti bukan airlah wkwkwk. Strawberry madu! Mau? eits, ingat yang puasa! *Author nulisnya panas - dingin *.

                  "Bom-ah... kau mau tidak ajak leader, minzy, Donghae, Kyu, Siwon dan Sungmin untuk melihat buku itu?"                  
                  "Ehm... Aku mau ajak leader dan Minzy. Tapi Dara-san aku gak begitu dekat dengan haekyusiwon dan sungmin. CL-lah yang paling dekat, kau ajak dia saja bagaimana? emm... geulaeseo dangsin-eun geudeul-ege mueos eul haessseubnikka ? (Memangnya kenapa kau ajak mereka? ) Kau takut?"

                  " Ne, aku takut. memangnya kau berani?"
                  " Ehm. Aniyo. Hehehe" Bom nyengir kearah dara.
                  " Aigo Bom dan CL yang kukira pemberani ternyata takut juga. Hahaha!" Dara tertawa. Aku menoleh, karena merasa ada yang menyebutku. "Ada apa, Dara?"
                  "??? Aniyo leader." Dara menggeleng. Minzy berkata padaku, "Oh ya, leader. tadi pas disekolah, HL nitip salam ke kamu, katanya hp kamu gak bisa dihubungin"

                  "Ne Minzy, Gomawo. td dia udah telfon ke aku ^^"
                  "Baguslah. Hei, apa ayahmu baik baik saja? waktu itu kudengar ayahmu jatuh dari tangga rumahmu?"
                  "Benar, tak apa apa Minzy. Nah, sudah jadi 2NE1~!" Aku mengangkat makanan yang kami buat ke meja makan. Semua berteriak. Aku duduk disamping Bom. "Bom, kau serius mau melihat buku itu? ... Bahaya, bom..."
                  "Ya.menurutku itu juga bahaya. tapi... dara yang mengajak, aku tak enak rasanya. nanti dia marah," Bom berbisik padaku agar tak ketahuan oleh Dara. Dia melanjutkan kata katanya, "Yasudahlah. kalau banyak orang tak usah khawatir. Leader, kamu mau kan ajak Donghae, Kyuhyun, Sungmin dan Siwon?"
                  Aku menjawab, "Cho Kyuhyun anak baru itu bukan?"
                  "Iya. Eon bisa?"
                  " Insyaallah, nanti kuajak.." Aku menepuk bahu Bom. Bom tersenyum tumpul kearahku dan mengacungkan jarinya. Kami kembali makan dengan diiringi lagu baru kami, Falling In Love. "Mmm.... 2NE1, kalian mau kan kalau nanti lihat buku itu bersama Kyu, Hae, Siwon dan Sungmin?" Dara memecah suasana. "Bisa."

                  "Dan, leader kami Lee Chaerin, kau maukan ajak mereka berempat?" Dara menatap kearahku dengan tatapan penuh harap. "Ne insyaallah!" Jawabku. Dara melompat senang. "Yeah!"
Anak ini... dia sangat tertarik hal hal seram, padahal dia itu penakut.


*****

                  " CL bangun, Bom bangun, Dara bangun...," Seseorang mengguncang guncang tubuhku dan mungkin juga teman temanku. " Lima menit lagi Min...," Dara mendesah pelan dan melanjutkan tidurnya. "...... INI SUDAH JAM TUJUH PAGI 2NE1!!!!!" Minzy menjerit kencang. Aku, Dara dan Bom langsung bangkit.
                  " Baru jam tujuh....," Jawab kami serempak. "HAAAAH?!! JAM TUJUH?!!! AKU BELOM MANDI!! AKU DULU!!" Jeritku kencang, aku langsung melompat ke bawah kasur dan melesat cepat menuju kamar mandi, tapi, sayang, Bom sudah lari duluan. "Arh! Telaaattt! baboooo...!" Dara lari lari gak jelas sambil teriak Pipipip kayak anak ayam *eh? =="*. "Dora bersisik suit kita menentukan mandi yang duluan!!" Kataku menghentikan Dara yang berlari lari.
                  "Lead, bahasa koreamu kacau!" celetuk Minzy sambil merapihkan seragamnya. 
" Amat bodo! Aku mau pokoknya cepat sampe supaya duluan sekolah!" Kataku. Dara berhenti berlari lari dan berlari kearahku.
                  " Batu gunting kertas!" Dara mengeluarkan kertas dan aku batu T_______T. Aku kalah. dan menjadi gila seperti Dara. " Amber Songsaenim marah pasti! dasar guru banci! aku aja gak tau dia manusia atau bukan!" Makiku sambil salto (?).
                  Kreekkk.... Bom membuka pintu kamar mandi dan berlari seperti roket ke kamarnya. Dara masuk kekamar mandi. "Leader, Dara, Bom, aku berangkat dulu ya ^^ Bye bye!" Minzy tersenyum melecehkan ke arah kami bertiga. "Sampai jumpa...," Kataku. Minzy menutup pintu apartemen. Aku melempar teddy milikku yang diadopsi oleh Dara ke arah pintu. "Dasar Minzy! dia gak mau nungguin aku!"


                  
*****

                  " CL!!!!!! Sampai kapan kau mau telat terus?!!" Amber memukul meja dengan keras. "Dua tahun hukuman penjara pak, karena telat melulu. Mianhae!" Kataku bergurau, karena aku tau Amber songsaenim sangat mudah terbawa suasana. Tok Tok Tok! Songsaenim memukul meja dengan palu yang ia bawa. "Hakim telah putuskan bahwa.... siapa namamu?" Amber sonsaenim menatap kearahku.
                  " Nama saya Shinchan, pak" Aku kembali bergurau menahan tawa, sepertinya begitu dengan anak anak lain. "Bahwa nona Shinchan telah dimasukkan penjara dengan seperangkat alat cebok! Sah?!"
                  Hadeuh. Ini hakim atau penghulu? mana alat cebok lagi. ==". "SAAAHHH!" Anak anak kelas 2B menjawab kompak diiringi tawa. "Yasudah, masuk sana!"
                  "Kemana pak?"
                  " Ke WC! ya kepenjara lah!"
                  "Penjara mana pak?"
                  " Penjara hatiku" Amber Songsaenim menunjuk tepat di dadanya yang rata kayak papan gilesan. "EYAAA :v" Semua siswa siswa langsung teriak kayak lagunya CJR kalau gak salaah judulnya 33eE3AaaA4.
                  Idih. Amit amit gue sama guru gatau gendernya dan setengah waras. Iyoouuuhhhzzz! Batinku sambil monyongin bibir kayang chibi pose Muah:*.

                  Sambil jingkat jingkat, aku duduk disamping Tiffany. Kalau gak salah namanya Uang Tiffany *slap*. Aku menunduk, karena aku tahu sebentar lagi Amber songsaenim akan mengetahui kedaan sebenarnya. "Hah! Kenapa Chaerin sudah datang?! Loh, kenapa saya bawa palu ?! Lalu kenapa meja saya jadi rusak?! waaaa maling-maliing!!" Amber Songsaenim muter muter sambil lari dikelas kayak kecoak gapunya sayap. Apa apaan sih nih guru. Dia jingkat jingkat kayak pocong, terus ngerangkak. Apaan banget -_-

                  "Hah! Saya ngapain kayak kecoak! Ada yang tukang hipnotis dikelas ini! Oh. saya pusing, ujian kali ini gak jadi deh mau treatment dada supaya gak rata lagi, bosen dipanggil 'bapak' mulu." Dan akhirnya, aku gak kena hukuman dan gak ada ujian. MERDEKAAAA \:v/



*****

"Annyeonghaseo Tukiyem~" Aku membuka pintu kamar apartemen dan menemui Miny yang sedang asyik berlatih dance dengan Bom, dan Dara yang sedang bermain I-Phone-nya. "Nado Annyeong CL. Ada berita buruk nih!"

                  "Ha? Mwo?" Tanyaku sambil melepas bando dan tasku. "Katanya, Yewon dan SeMi hilang, sehabis dari perpustakaan.., pasti karena buku itu!" jawab Bom dan Minzy bersamaan. "Hah? Yewon siapa? SeMi siapa?" Tanyaku bingung. Yewon dan SeMi memang tidak sekelas denganku, mereka sepertinya sekelas dengan Dara. "Kim YeWon dan Park Semi!" Dara menyelutuk. Aku manggut manggut.

                  Aku melemparkan tasku ke kamar tidurku dan mengambil majalahku. Aku membaca baca. Tiba tiba, seseorang mengetuk pintu kamarku. "CL? Aku dara. Boleh aku masuk?". Aku menjawab, "Silahkan!"

Pintu kamarku dibuka Dara dan ia kembali menutupnya. Ia merebahkan diri di sampingku. "Ada apa dara?" Tanyaku sambil menutup majalah yang kubaca. "T.O.P menyebalkan!!" Ia mendengus. "Ada apa? Kenapa?" Tanyaku sambil mendekat kearah Dara. 

"Huhu... dia... aku bertengkar dengannya karena aku meledekinya. Dia... hiks! Dia berkata tak akan memaafkanku CL... huhu...Hikshikshiks.." Dara bersender dibahuku dan menyeka air matanya. Ia menangis dipelukanku. Ah. Aku jadi teringat dengan GD. Aku mengambil Iphone-ku dan meng-sms GD.

G-Dragon /0xxxxxx6xx

Annyeong. Kamu baik baik saja GD? Kau berada di dekat T.O.P? Jawab SMSku ya :) -CL
1 minute ago

Aku mengunci Iphoneku dan meletakannya di meja. Aku memeluk Dara. "Aku... aku mau mati saja.... Hiks! Chaerin... Hiks..." Ujar Dara lirih. "Yaampun Daraa.... kamu gak boleh mati. AYolah, kuat~ masa, cuma karena itu doang nangis." AKu membelai rambut Dara layaknya seorang ibu dan anaknya *hah*.  "Buku... buku itu..." Dara berbisik dengan lirih. "Dasar babo! kamu gak boleh masuk ke buku itu, Dara!"

                  " Biarkan aku CL! Kau tak ada urusan!!" Dara membentakku. "Aku mohon, Dara....," kataku dengan penuh harap "Baiklah eon, besok pagi kau temani aku ya ;)" Aku mengangguk. "NE! PASTI!"


*****


Esoknya, saat istirahat aku berlari menuju kelas Dara. Di depan kelasnya, terdapat dara dengan Iphone kesayangannya. "Aku sudah menunggumu, CL." Dara bangkit dari kursi depan kelas dan berjalan menemuiku. "Ayo ikut aku." Ajak dara sambil menarik tanganku. Entah kenapa, ucapannya begitu dingin. "A-a-Arasseo..." Aku tergugup melihat Dara yang berjalan ke arah perpustakaan.

                  "Annyeonghaseo. Pak Kibum. Boleh saya melihat daftar buku perpustakaan?" Dara berjalan menuju Pak Kibum, penjaga perpustakaan. Pak Kibum memberikan daftarnya kearah Dara. Dara berterimakasih dan pergi ke arah rak buku lorong ke tujuh. Ia berhenti di tepat buku buku horror. Dan saat itu juga ia menyeringai. Dara mengambil sebuah buku berjudul 'Please Help Me!'. Dia membolak balik halaman buku daftar perpustakaan. dia tertawa melengking sekarang. sangat nyaring dan sangat menyeramkan.

                  Tengkukku terasa dingin seperti ditiup seseorang yang kasat mata. Buluku berdiri dan  tubuhku bergetar hebat. "Ahahahaha!! Milikku!! T.O.P Milikku!! Hahaha!" Dara melepas sampul buku itu. Sebelum Ia melepas, aku mendorongnya hingga dia jatuh kelantai dan kesakitan. Aku merebut buku misterius itu dan melihat halaman di daftar buku perpustakaan. MUSTAHIL!! Nama buku itu tak ada di daftar!! Jadi... ini adalah Ghost Book's.....? Batinku tak percaya. Tanpa sepengetahuanku, Dara sudah bangun dan menendang kakiku. Aku tersungkur ke lantai perpustakaan yang licin. Kepalaku terbentur. Rasanya sanga sakit.... Dara tertawa sambil mendekat kearahku. "Dara... kamu.... kamu kenapa..? Aaaaaahhhhh!!"

                  Dara mencengkram kuat leherku. aku mencoba bernafas, tapi hasilnya nihil. aku menendang perut Dara sampai Dara jatuh kembali ke lantai. Aku mencoba mengambil Ghost Book itu yang mendarat tepat diatas rak buku. Mulai dari mengguncang guncang rak buku, melompat dan memakai sapu. Tapi... sama sekali tak ada hasilnya. Dara bengkit dan mendorongku ke rak buku Fisika. Aku terpentak dana menabrak rak buku Fisika. Buku buku itu jatuh mengenai kepalaku. Kepalaku sangat sakit rasanya. Pusing sekali. Tuhan... Ada apa denga dara? Ini bukan Dara!! Tolong Dara tuhan....

                  Dengan kepala yang berat dan pusing, aku berusaha bangkit dari tumpukan buku. Aku mencoba berlari walaupun kakiku rasanya berat sekali. Dan akhirnya, aku sampai ke tempat Dara yang sedang mengambil Ghost Book. "DARAA!!! HENTIKAN!!" Jeritku sekencang mungkin. Tapi, Pak Kibum menghilang entah kemana. Hanya ada aku dan Dara disini.

                  "DARA?! KAU GILA?! HANYA KARENA T.O.P KAU JADI KERASUKAN BEGINI?! HENTIKAN DARA!!" Aku meneteskan air mataku yang sudah sekian lamanya tak menetes. Aku emosi! Aku ingin sekali menjerit sekeras kerasnya. Tubuh Dara terbang dan berkata, "Aku bukan Dara... ini permintaan dara... Dara akan mati... Mati...Hihihihihi!" Tawanya sangat melengking. Aku semakin takut.

                  "BABOYA! SIAPAPUN ENGKAU, KAU SUDAH GILA!!!!! DARA TEMAN BAIKKU!!!!! KEMBALIKAN DARA!!!!!!" Air mataku menetes deras kali ini membasahi lantai perpustakaan. Aku melompat dengan tinggi dan menarik baju Dara. Dara terjatuh dan kepalanya terbentur lantai. Benturannya sangat keras. Aku kembali tercenang. Baboya.... Dara... Dara sudah membuka lembaran buku itu. Perlahan lahan tubuh Dara menghilang. Menjadi asap yang masuk ke dalam buku tersebut. "DDDDDDDDDDDDDAAAAARRRRRRRRRRRRAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!"


*******





Ah... Dimana aku? kenapa banyak sekali orang disini? .. bau ini... ini bau obat, pasti UKS. Apa yang telah terjadi? bagaimana dengan keadaan dara? apa dia telah lenyap? dimana dia? jawab tuhan... Aku membuka mataku dan mendapati kerumunan orang yang mengelilingiku. Ya, benar. Ini UKS. Aku mungkin pingsan tadi.

"Amber, Hara Songsaenim, CL sudah sadar!" Teriak Areum dari samping kasur UKS-ku. Amber dan Hara Songsaenim menghampiriku. "Syukurlah kau sudah sadar, CL!" Hara Songsaenim memelukku. 

                  "Dara... Dara... Mana Dara?" anyaku sambil mencoba berdiri. Nihil, aku tak bisa berdiri. Hanya pusing dan pergelangan tanganku yang sakit sekali. "Daraa....." aku memanggil nama Dara. "CL! CL... Dara... Huhu... Dara menghilang!" Bom dan Minzy menghampiriku dengan wajah pucat dan tentunya disertai air mata. Dara.... jadi... tadi bukan mimpi...? Tes! Tes! Air mataku jatuh ke selimut kasur UKS. "Kalian semua pulanglah, biar aku, Bom, Donghae, Kyuhyun, Sungmin dan Siwon yang menjaga CL," Ujar minzy sambil menyeka air matanya. Semuanya bubar. Kini tinggal Aku, Minzy, Bom, Donghae, Kyuhyun dan Siwon.

                  "CL, sebenarnya apa yang terjadi pada Dara?" Tanya Kyuhyun sambil menutup pintu UKS.
                  "Dara... kita harus selamatkan dia... hu..." Jawabku diselingi air mata.
                  "Ada apa dengannya?"
                  "Dia... dia masuk ke dalam Ghost Book.... kalian... mau kan menyelamatkan Dara?"
                  "NE!!!! KITA PASTI MAU!!" Kyuhyun, Siwon, Minzy, Donghae Sungmin dan Bom berseru dengan mantap. Aku tersenyum haru, menahan tangisan yang akan meledak.
                  "Kalau begitu... malam ini kalian menginap saja di apartemenku, Sungmin, Kyuhyun dan Siwon. Bawa barang barang kebutuhan kalian. Jadi begini, kita pulang dulu ke apartemen kalian bertiga, terus kalau udah siap barang barangnya, kita ke apartemenku nginep, Ok?" Donghae memberi usul. Kami semua mengangguk.


*****

                  "Senter sudah... baju sudah. Baiklah! sudah selesai para namja jelek!" Seru kami bertiga dengan tas kami. Donghae, Kyuhyun, Siwon dan Sungmn mengernyitkan dahi, terkekeh pelan. "Ayo, ke apartemenku!"

                  Di mobil Siwon, aku duduk bersebelahan dengan Donghae. "Hae, bukankan kita disana akan perang? kau punya alat alat semacam pisau, Pistol, samurai atau bom?" Tanyaku. Donghae mengangguk. "Yap! Aku punya. ayahku mengkoleksinya sejak aku kecil. Kau bisa pilih nanti," Aku tersenyum.

                  "Ini, kamar apartemen kami! sekarang kita pilih senjata dulu. Kalian mau yang mana?" Donghae memperlihatkan koleksinya.
                  "Aku mau samurai dua!" Seru Minzy.
                  "Aku mau Sniper dua!" Seru Kyuhyun.
                  "Aku mau Shotgun Dua~" Seruku.
                  "Aku dua pistol," Kata Bom.
                  "Aku dua puluh granate!" Seru Sungmin.
                  " Karena sudah habis... Aku pisau saja lima." Siwon kecewa. Kami sekarang sudah siap dengan senjata kami.  "Aku... mau berangkat sekarang..." seru minzy. Aku mengangguk dengan mata penuh harap. "Baiklah, kita kesekolah sekarang!"

*****


                  Dan.... kami sudah sampai di lorong ke tujuh di depan rak buku horror. Aku memegang tangan Bom dan Minzy. Donghae sudah memegang Ghost Book ditangannya. "Kalian siap?" Tanay Donghae. Dengan ragu, kami mengangguk. Perlahan lahan dengan tangan gemetar Donghae membuka halaman buku dan.... "UWAAAAAA~ EOMMAAA~"

                  Psshhh! Tubuh Donghae berubah jadi asap dan masuk ke buku itu. Sekarang giliran Bom. Bom membuka halaman buku. "Aaaaaa..." Ia pun ikut  menjadi asap yang ditelan buku itu. Dan.... Kali ini giliranku. aku membuka buku itu dan.... Psssh! Badanku berubah menjadi asap dan..... BRUK! Aku jatuh di sunai yang airnya cetek walaupun deras. Kutemui Donghae dan Bom dipinggir sungai dengan baju basah kuyup.

-TBC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar